Sabtu, 5 Disember 2015

Mumi Mengerikan Ada di Papua Nugini

Lae - Bukan dibungkus kain dan dimasukan ke dalam peti, mumi di Papua Nugini posisinya duduk di atas tanah. Bentuknya masih utuh dan ada kulitnya, tapi sebagian tengkoraknya terlihat jelas berwarna putih. Rasanya, mereka seperti masih hidup.

Seorang penulis BBC Travel, Lloyd Neubauer menuliskan perjalanannya ke distrik terpencil di Papua Nugini yang bernama Aseki. Lokasinya masuk dalam kawasan Anga, yang berjarak sekitar 250 km dari kota Lae. benar-benar distrik yang terpencil, karena mencari informasinya di internet atau di Google Maps tidak akan ketemu.

Seperti detikTravel lihat di situs BBC Travel, Jumat (4/12/2015) perjalanan Lloyd didasari rasa penasaran terhadap mumi. Siapa sangka, selain Mesir ternyata ada beberapa negara di dunia yang punya Mumi seperti di papua Nugini ini.


Mumi-mumi di Papua Nugini (Lloyd Neubauer/BBC Travel)

Cerita Mumi di papua Nugini, pertama kali diketahui oleh penjelajah Inggris bernama Charles Higginson. Dia berlayar ke Papua Nugini di tahun 1907, tujuh tahun sebelum dimulainya Perang Dunia I. Dia menyebarkan agama Kristen sekaligus menjelajahi tiap sudut pulaunya. Samapi akhirnya, menemukan mumi-mumi di sana.

Mulai dari situ, cerita mengenai mumi di papua Nugini tersebar ke sulurh dunia. Tapi sayang, informasi mengenai sejarah dan mengapa ada mumi di sana masih jadi misteri. Bahkan ceritanya, beberapa potongan tubuh dan darah si mumi dimakan oleh manusia agar memindahkan kekuatan jenazah yang sudah jadi mumi.

"Itu kebohongan orang kulit putih," ujar Dickson, warga Aseki yang menemai Lloyd.

Kembali ke cerita Llyod, dia akhirnya sampai di suatu pinggiran tebing yang terdapat 14 mumi. Semua muminya berposisi duduk seperti meringkuk, berjejer dan dikelilingi bambu. Begitu melihat dari dekat, apa kata Lloyd.

"Lebih mengerikan dari apa yang saya bayangkan," tulisnya.


Tampak muminya dari dekat (Lloyd Neubauer/BBC Travel)

Mumi-mumi tersebut terlihat berwarna cokelat, yang mungkin masih merupakan lapisan kulit yang diselimuti tanah liat. Bentuk tubuhnya masih sangat utuh dan komplit. Khusus di bagian kepala, tengkorak berwarna putih sudah terlihat jelas. Lloyd merasa, mereka seperti maish hidup saja!

Proses membuat jenazah menjadi mumi terbilang rumit. Lutut, siku dan kaki pertama-tama disayat dan lemak di dalam tubuh dikeringkan. Bambu ditancapkan ke perut jenazah, agar darahnya keluar. Bagian yang memiliki lubang, seperti mata dan kuping dijahit agar udara tidak masuk ke tubuh jenazah sehingga tidak busuk. Terakhir, barulah tubuhnya ditutupi tanah liat dan diasapi agar menjadi kering dan awet.

Beberapa suku di Papua Nugini percaya, kalau jenazah yang dijadikan mumi merupakan penghormatan tertinggi. Ada lagi yang bilang, lokasi mumi-mumi berada dianggap lokasi yang suci. Tapi yang pasti, belum ada data yang valid yang bisa menjelaskan sejarahnya.

Mumi-mumi di Papua Nugini ini, diyakini berumur 200-300 tahun. Saat Kristen masuk ke Papua Nugini, praktek mumifikasi pada jenazah dilarang. Kemudian di tahun 1975, ketika Papua Nugini Merdeka, pemerintah setempat melarang keras mengubah jenazah menjadi mumi.

Kabarnya, beberapa suku yang tempat tinggalnya terpencil di dalam hutan hingga kini masih melakukan hal tersebut. Sayangnya, kebanyakan mumi di sana tidak dijaga atau dirawat oleh pemerintah. Kalau terjadi badai hebat dan gempa bumi yang dahsyat, mumi-muminya akan hancur.

Cukup sulit untuk melihat dari dekat mumi Papua Nugini ini. Butuh kocek besar dan perjalanan panjang. Dua kata untuk menggambarkan mumi Papua Nugini, mengerikan dan penuh misteri!


(Lloyd Neubauer/BBC Travel)

Follow by Email