Isnin, 24 Ogos 2015

Lihat nih, Wajah Cantik Kirana saat Dikecup Mesra Tama

Kirana Larasati, 27, mengakhiri masa lajang, Sabtu (22/8). Foto: Jawa Pos Group
JAKARTA - Kirana Larasati, 27, mengakhiri masa lajang, Sabtu (22/8). Kini status dia adalah istri Tama Gandjar. Acara pernikahan di Gedong Putih, Bandung, berjalan lancar, meski pada awal acara, pengantin sempat merasakan tegang.
Itu diungkapkan juru bicara Kirana, Rini Dwi Andini, kepada Jawa Pos.
''Terlihat di wajah mereka berdua, perpaduan antara senang dan deg-degan,'' kata dia yang juga hadir di acara itu. Sehari sebelum acara, Tama sempat bilang padanya. ''Katanya, nervous sekali,'' lanjutnya ketika dihubungi kemarin (23/8).

Pernikahan Kirana dan Tama menggunakan adat Minang. Bintang film Turis Romantis itu mengenakan baju kurung dan kerudung merah marun. Sementara itu, Tama mengenakan beskap putih dengan kalung untaian melati.
Resepsi pernikahan dihadiri sekitar 1.500 tamu. Selebriti yang datang, antara lain, Laudya Cynthia Bella, Project Pop, dan Karina Suwandi.  (and/dod/c23/jan)

Reruntuhan Kota Mesir Yang Hilang dipamerkan di Paris

Goddio menampilkan patung dewa-dewa Mesir Osiris dan Isis serta sebuah lempengan raksasa, suatu tugu peringatan yang didirikan di depan sebuah kuil. Foto: AP
Goddio menampilkan patung dewa-dewa Mesir Osiris dan Isis serta sebuah lempengan raksasa, suatu tugu peringatan yang didirikan di depan sebuah kuil. Foto: AP


PRANCIS - Tiga patung raksasa Mesir yang tenggelam di Laut Mediterania selama lebih dari seribu tahun akan dipamerkan di Institute Dunia Arab di Paris.
Musium itu mendirikan patung granit tersebut hari Jumat sebagai awal dari pameran berjudu; Osiris: Misteri Mesir yang Tenggelam. Pameran tersebut akan dibuka pada 8 September dan menampilkan 300 artefak yang sebagian besar ditemukan di dasar laut oleh arkeolog marin Prancis, Fanck Goddio.
Goddio menampilkan patung dewa-dewa Mesir Osiris dan Isis serta sebuah lempengan raksasa, suatu tugu peringatan yang didirikan di depan sebuah kuil. Ketiga patung raksasa selama ini disimpan di Musium Maritim Alexandria di Mesir.
Kedua patung dewa memiliki tinggi enam meter dengan berat 4-5 ton tiap patung. Sementara lempeng itu juga bertinggi enam meter dan beratnya hampir 16 ton.
Goddio dan timnya menemukan reruntuhan kota Thonis-Heracleions pada tahun 2000 dan kota Canopus pada 1997 yang tenggelam. Kota itu tenggelam di daerah yang saat ini dikenal dengan nama Teluk Aboukir yang merupakan bagian dari laut Mediterania di pesisir kota Alexandria. Kedua kota tersebut tenggelam pada abad kedelapan usai mengalami serangkaian bencana alam.(ray/jpnn)

Klik Google, Nongol Kahanamoku, Siapa Dia?


HARI ini ada yang berbeda dari Mbah Google, Si Mesin Pencari.
Di halaman utamanya terpajang sebuah papan seluncur dengan foto karikatur seseorang di sana. Ternyata, ini adalah bentuk apresiasi google untuk sosok kondang di dunia yang sudah wafat puluhan tahun yang lalu.
Dia adalah Duke Kahanamoku. Seorang pria yang pernah mendapatkan medali emas Olimpiade. Dia dikenal sebagai penemu olahraga surfing atau selancar.
Kahanamoku lahir di Honolulu, Hawaii, 24 Agustus 1890, atau tepat 125 tahun yang lalu pada hari ini.
 Kahanamoku ikut andil dalam tim renang AS di Olimpiade Stockholm 1912. Pada saat itu, ia memenangkan medali emas untuk nomor 100 meter gaya bebas. Prestasi ini dia ulang pada Olimpiade Antwerp 1920.

Setelah ogah ikut olimpiade lagi, Kahanamoku mendedikasikan hidupnya untuk cabang renang dan surfing. Dia keliling dunia mensosialisasikan dua cabang tersebut, khususnya surfing. Sebelumnya, cabang yang satu itu hanya dikenal oleh masyarakat Hawai.

Kahanamoku juga seorang aktor, pernah aktif bermain voli pantai dan terakhir, dia seorang penegak hukum.
Beliau meninggal pada 22 Januari 1968, saat memasuki usia 78 tahun. (adk/jpnn)

Follow by Email