Jumaat, 10 Jun 2016

Isme-isme Dalam Sejarah

Berikut adalah skema bagan isme-isme/paham-paham besar dalam sejarah yang saling mendasari/berkaitan antara paham satu dengan paham yang lain:


a.       Feodalisme
Awal munculnya paham feodalisme diakibatkan oleh runtuh dan pecahnya kekaisaran Romawi Barat yang kemudian menjadikan seluruh wilayah Eropa mengalami kemunduran di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi. Dan kemunduran itu mengakibatkan Eropa menjadi masyarakat agraris. Dari perubahan itulah akhirnya berpengaruh terhadap aspek lain yang sampai menimbulkan pelapisan kelas-kelas sosial yang diakibatkan oleh sistem pengaturan tanah.
Dalam perkembangannya, sistem feodal dicirikan oleh lembaga-lembaga kelas bangsawan. Pada sistem feodal, terdapat tiga unsur penting yaitu lord (tuan tanah), vassal, serta fief. Inti kehidupan feodalisme kuno adalah di desa. Desa menjadi tempat berkembangnya unit sosial dan agama. Hubungan produksi antara tuan tanah dan para petani yang menggarapnya menciptakan dua jenis bentuk petani, yaitu golongan servus, dan petani merdeka. Karena itulah tanah menjadi faktor utama dan menjadi inti pembahasan dari feodalisme, karena tanah menjadi sumber kekuasaan bagi para tuan feodal yang memegang peranan penting pada zamannya.
Pengaruh dari feodalisme sendiri adalah munculnya tingkatan sosial atau kelas sosial pada masyarakat yang berbentuk piramida dan dipimpin oleh seorang raja (tuan tanah). Di Indonesia pengaruh feodal sangat sulit untuk dihilangkan dan masih melekat pada masyarakat Indonesia saat ini, bahkan sitem feodal tersebut berubah menjadi neo-feodalisme.
 
b.      Liberalisme
Paham ini muncul akibat adanya penggolongan kelas dalam masyarakat  akibat dari system feodal dan juga menentang kekuasaan raja yang pada saat itu sangat mutlak. Paham liberalisme ini di mulai oleh golongan borjuis di Prancis dengan bantuan golongan proletar, mereka menginginkan kebebasan individu dalam segala aspek atau bidang.
Perkembangan paham ini menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan juga dari agama. Paham liberalisme menghendaki kebebasan yang dimiliki manusia yang kemudian berkembang menjadi suatu gerakan dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan lain-lain.
Pengaruh paham liberal ini bisa dilihat diberbagai bidang, dalam bidang politik pengaruh paham liberal mengakibatkan muncul paham demokrasi dan nasionalisme barat yang menyebar ke berbagai Negara. Sedangakan pengaruh paham Liberal dalam bidang ekonomi ditandai dengan munculnya sistem perekonomian liberal yang menghendaki perdagangan bebas serta menolak campur tangan pemerintah.
 
c.       Kaptalisme
Munculnya kapitalisme adalah setelah runtuhnya paham feodalisme di Eropa. Kapitalisme di Eropa muncul dari pemikiran kaum ilmiah yang pada awalnya berfikir untuk mensejahterakan kaum buruh. Kapitalisme yang lahir dari pemikiran masyarakat feodal kini telah menjadi senjata ampuh negara maju untuk memajukan perekonomian mereka.
Pada perkembangannya, kapitalisme awal atau Kapitalisme Merkantilismes yaitu kapitalisme yang bertumpu pada industri sandang di Inggris. Kapitalisme pada masa ini masih sangat sederhana. Kemudian sistem kapitalisme ini bergeser dari perdagangan (merkantilisme) ke sistem industri. Jadi perkembangan kapitalisme ini bertahap. Pengaruh kapitalisme, karena kapitalisme merupakan sebuah system ekonomi, maka kapitalisme sangat mempengaruhi ekonomi suatu Negara, bahkan ekonomi global.
 
d.      Nasionalisme Barat
Nasionalisme Barat atau Nasionalisme Eropa muncul dalam masa peralihan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Proses peralihan ini terjadi pada abad ke-18 yang didahului dengan lahirnya paham liberalisme dan kapitalisme. Lahirnya liberalisme dan kapitalisme, karena pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Dengan demikian timbulnya nasionalisme di Eropa karena pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Prancis.
Perkembangan Nasionalisme barat ini menjadikan Negara-negara eropa  merasa bahwa negaranya paling hebat dan merendahkan Negara lain. Akibatnya muncul nasionalisme yang berlebihan yaitu fasisme dan juga mengakibatkan kolonialisme dan imperialisme karena merasa paling hebat dan menyebarkan ide-ide dan kebudayaan barat.
 
e.       Kolonialisme dan Imperialisme
Munculnya kolonialisme dan imperialisme diawali oleh bangsa Eropa yang datang ke Asia, Afrika, Amerika dan Australia dan melakukan ekspansi terhadap bangsa - bangsa tersebut. Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan kebudadayaan Barat ke seluruh dunia. Sedangkan Kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk  pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain (tanah jajahan) atau satu usaha untuk mendapatkan sebuah wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai.
Pada perkembangannya, bangsa Eropa yang datang ke dunia timur untuk mencari dan mendapatkan komoditas rempah-rempah, kemudian berubah. Yang awalnya tujuan mereka adalah factor ekonomi kemudian menjadi keinginan untuk menguasai dan menjajah daerah yang baru.
Sedangkan pengaruhnya adalah daerah yang dikuasai atau dijajah menggunakan hukum barat, adanya tingkatan status social dimana bangsa eropa yang tertinggi, terjadi westernisasi melalui pendidikan, pakaian, dan gaya hidup.
 
f.       Sosialisme
Sosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Sosialisme mula-mula muncul sebagai sebagai reaksi terhadap kondisi buruk yang dialami rakyat di bawah sistem kapitalisme liberal yang tamak dan serakah. Dalam perkembangannya, paham sosialis kemudian diterapkan oleh banyak negara di dunia,terutama di negara-negara yang kemudian dikenal dengan blok Barat dan blok Timur. Sosialisme di blok Barat dikenal dengan nama sosialisme barat atau sosialisme demokrat, sedangkan sosialisme di blok Timur dikenal dengan nama aosialisme yang merupakan tahap awal dari komunisme.
 
g.      Fasisme
Awal kemunculan paham fasisme adalah paham nasionalisme yang dijadikan ideologi pendorong utama namun bersifat ultra-nasionalisme atau semangat nasionalisme yang berlebihan. Paham fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengagungkan kekuasaan absolud tanpa demokrasi. Paham ini berkembang pada abad ke-20, dimana pada permulaan Perang Dunia I Negara yang menganut paham ini berkembang pesat seperti Jerman, Itali, dan juga Jepang, di mana rakyatnya sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan. Pengaruh dari paham ini adalah menjadikan Negara yang menganutnya menjadi Negara yang totaliter.
 
h.      Nasionalisme Timur
Nasionalisme Timur berbeda dengan Nasionalisme Barat dimana nasionalisme timur ini lebih kepada Negara-negara jajahan akibat dari adanya kolonialisme dan imperialisme barat. Nasionalisme Timur ini bersifat revolusioner dimana nasionalisme ini tidak hanya menginginkan lenyapnya penindasan politik saja, tetapi juga penindasan sosial ekonomi. Dengan begitu, sangat jelas perbedaan antara Nasionalisme Barat dengan Nasionalisme Timur.
Dalam perkembangannya, paham nasionalis ini melahirkan kelompok-kelompok untuk mengalahkan dan menghancurkan dominasi asing. Seperti halnya di Indonesia muncul berbagai organisasi pergerakan. Selain itu, nasionalisme Indonesia tidak bersifat mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain (chauvinisme) karena menyadari bahwa di luar bangsa Indonesia masih terdapat bangsa-bangsa lain yang memiliki hak hidup sama dan sederajat.
Pengaruh Nasionalisme ini adalah menciptakan perubahan dan semangat yang menjadi landasan utamanya. Nasionalisme Indonesia pada hakikatnya adalah nyawa dan semangat yang menggerakkan untuk bangkit melawan penindasan ekonomi, politik, sosial-budaya serta pertahanan dan keamanan dari cengkraman penguasa kolonial.
 
i.        Komunisme
Paham ini muncul dari perubahan paham sosialis. Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme atau paham anti-kapitalisme, dimana pada saat itu ada anggapan bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Komunisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata. Dalam perkembangnya paham komunisme ini tumbuh pada Negara rusia dan membuat comintern, dimana tujuannya adalah untuk menyebarkan paham komunis di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selain itu juga paham komunis berkembang di Negara tiongkok.(zaldizakaria)

Follow by Email