Selasa, 30 Ogos 2016

Inikah Acara Tasyakuran Kemerdekaan RI Paling Ekstrim di Indonesia?

Narayana 734 - Foto di atas bukan editan atau hasil kerjaan pakai photosop. Ini adalah kejadian nyata yang dialami salah satu kampung yang ada di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Setiap tanggal 16 Agustus malam, atau tanggal lain pada bulan Agustus, hampir semua kampung di Indonesia serempak merayakan Malam Tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia, atau juga biasa disebut malam renungan.

Di tengah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tiap �  tiap kampung merayakan dengan satu semangat : mensyukuri bahwa bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka, berkat perjuangan  berat penuh darah dan air mata dari para pahlawan di masa lalu.

Nah, sebuah  foto yang diambil oleh warga Kota  Malang, menjadi viral, karena menunjukkan pelaksanaan malam Tasyakuran dalam kondisi super ekstrim.

Bagaimana tidak, tasyakuran itu dilakukan di tepi rel kereta api, dan warga hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari kereta api yang melintas.

Foto ini berlokasi di RT 9 RW 7 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Malang, atau yang lebih dikenal dengan kawasan Comboran. Di Kota Malang, Comboran dikenal sebagai kawasan untuk berdagang barang-barang bekas mulai dari pakaian, hingga onderdil berat.

Foto ini sendiri diambil oleh warga setempat bernama Deny Irwansyah. Pria ini pula lah yang diketahui menggunggah foto spektakuler ini di jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram.

Dilansir dari SuryaMalang, menurut Deny, ia mengambil foto ini saat ditunjuk sebagai panitia sesi dokumentasi oleh warga kampungnya.
�Setiap tahun ya beginilah perayaan tasyakuran Tujuh Belasan di RT ini, sudah biasa begini,� kata Deny.

Yang lebih membuat kita  terbengong, Deny mengisahkan, dalam perayaan yang berlangsung Kamis (25/08/2016) malam ini, kereta api lewat sampai sebanyak 8 kali.

�Jadi yang sedang pidato, kasih sambutan, atau ketika lagi ada hiburan, otomatis harus berhenti ketika kereta lewat,� kata Deny.

Terkait dengan keamanan perayaan tentu juga menjadi perhatian warga sekita. Deny pun menjelaskan bahwa ada bagian kemanan sendiri yang berjaga jika ada kereta lewat.

�Anak-anak muda dari jauh sudah berjaga. Jadi dari jarak 20 meter, kalau ada kereta mau lewat, mereka sudah teriak-teriak, �sepuur�sepuur! (kereta! kereta!);. Selain itu kereta lewat juga pelan,� terang Deny.

Foto Deny ini kemudian menjadi viral  di sejumlah media sosial., khususnya yang berada di wilayah Malang Raya.

Dalam fotonya, pria asli Malang ini menulis pesan : �Kemerdekaan yang tertunda,, rintangan pasti ada, halangan pasti berlalu, Sepur Lewat,

Foto Deny yang diunggah di sebuah akun Instagram misalnya, mendapat tanda like sebanyak 2.500 kali.
Nah bagaimana menurut anda, atau anda pernah menjumpai acara tasyakuran 17 Agustus yang lebih menantang maut?
 
Suratkabar

0 komentar:

Catat Ulasan

Silahkan komentari

Follow by Email