Khamis, 2 Jun 2016

Antar Pesanan Gunakan Roller Coaster

Antar Pesanan Gunakan Roller Coaster - Saat memesan menu di restoran, umumnya, makanan yang sudah siap saji akan diantarkan ke meja konsumen oleh pelayan. Atau, alternatif lainnya, konsumen mengambil sendiri makanan yang sudah jadi di meja pesanan.

Tapi, tidak demikian dengan Rollercoaster Restaurant. Sesuai namanya, restoran yang berlokasi di Taman Ria Alton Towers, Inggris, itu, mengantarkan pesanan konsumen menggunakan roller coaster mini.

Tentu saja, bagi para penggila adrenalin yang menyukai sensasi kecepatan dari kereta luncur, ini adalah pilihan yang tepat.



Melansir laman Oddity Central, saat memasuki Rollercoaster Restaurant, pelayan akan mengantar tamu ke meja dan menjelaskan cara pemesanan.

Pertama, tamu akan diberikan tablet yang memuat semua menu makanan. Kemudian, saat makanan sudah siap, akan diantarkan langsung ke meja menggunakan roller coaster setinggi 8 meter. Seperti halnya roller coaster sungguhan, makanan itu pun akan berputar-putar di udara, sebelum singgah di meja.

Selain itu, di restoran ini, satu meja besar bisa dihuni beberapa tamu sekaligus. Jadi, Anda harus jeli menebak makanan mana yang dipesan.

Jangan khawatir makanana akan berantakan saat berputar-putar di roller coaster. Seluruh menu yang disajikan di Rollercoaster Restaurant, diletakkan dalam kemasan tertutup, begitu juga dengan menu minuman yang dikemas dalam botol, sehingga tetap utuh sampai ke meja.

Konsep itu memang menarik, tapi bagi tamu yang menginginkan suasana makan tenang, restoran ini tidak dianjurkan. Pasalnya, akan selalu ada makanan yang berputar-putar di roller coaster dan seruan dari seluruh tamu yang kagum.

Jika tertarik berkunjung, restoran unik ini sudah melayani pelanggan sejak 13 Mei lalu dan buka dari jam 11 siang hingga pukul 5 sore setiap harinya, khusus bagi pengunjung Alton Towers. Sementara bagi konsumen umum, bisa menikmati fasilitas mulai pukul 6 sore hingga 10 malam.

�Kami tidak menyangka restoran ini akan meraih banyak respon positif,� kata Executive Head Chef Rollercoaster Restaurant, Dan Wilbraham.

�Kami bekerja keras agar restoran ini bisa memberi sensasi seperti atraksi taman ria di sekelilingnya dan sejauh ini, saya rasa kami sukses.�(Berita Unik)

Tolak Pelanggan Bau Badan

Tolak Pelanggan Bau Badan - Jika Anda berkunjung ke restoran Kyobashiya Curry di Tokyo, sebaiknya pastikan tidak ada aroma tak sedap menguar dari tubuh. Pasalnya, restoran tersebut punya peraturan ketat.

Melansir laman RocketNews24, restoran yang berlokasi di kawasan Chuo Ward itu menolak pelanggan yang punya aroma tubuh tak sedap, termasuk mereka yang merupakan perokok berat.

Saking seriusnya dengan peraturan tersebut, Kyobashiya Curry menempel poster besar bertuliskan, �Pelanggan yang beraroma kuat termasuk mereka yang berbau seperti rokok, dilarang masuk!�



elain bau rokok, parfum yang menyengat serta bau badan tak sedap juga termasuk larangan di Kyobashiya Curry.

Keunikan lain, pelanggan yang makan di Kyobashiya Curry, lalu keluar sebentar untuk merokok, juga dilarang kembali masuk. Jika melanggar, denda yang harus dibayar adalah sebesar 3000 yen atau setara Rp370 ribu. Denda tersebut dibayarkan karena pelanggan dianggap mengganggu publik dengan aroma yang tidak sedap.

Bagi masyarakat Jepang yang terbiasa dengan sopan-santun, peraturan yang ditetapkan Kyobashiya Curry dianggap kasar. Meskipun demikian, Manager Kyobashiya Curry Tomoyo Yukino berpendapat, peraturan di restorannya penting bagi kenyamanan bersama.

�Kami ingin pelanggan Kyobashiya Curry bisa menikmati hidangan kari secara maksimal, tanpa terganggu aroma lain, seperti rokok, parfum atau bahkan bau badan,� kata Yukino.

Menurut Yukino, setiap bulan, setidaknya ada 30 orang yang ditolak masuk. �Ada banyak yang mengerti peraturan kami, tapi tak jarang juga yang kemudian marah-marah,� sebutnya.

Toh, bagi Yukino dimarahi konsumen tak jadi masalah besar. �Itu harga yang harus saya bayar demi kenyamanan pelanggan,� ujarnya.

Kerja keras dan komitmen Yukino berbuah manis. Di situs rating kuliner Jepang, Retty, Kyobashiya Curry diberi bintang lima. Sementara di Facebook, restoran tersebut punya bintang 4,4 dan di Tablelog, Kyobashiya Curry diberi rata-rata bintang 3,5.

Tentu saja, tak semua konsumen kari di Jepang setuju dengan peraturan Kyobashiya Curry yang dianggap kuno.

�Peraturan itu seperti gimmick yang membuat orang berekspektasi tinggi terhadap rasa makanan. Semoga saja mereka yang datang tidak kecewa,� kata salah seorang pelanggan.(Berita Unik)

Terungkap, Misteri Kandungan Air di Bulan

Terungkap, Misteri Kandungan Air di Bulan -  Satelit alami Bumi yakni Bulan selama diyakini kaya akan air es yang mencapai 1,6 miliar ton. Tim ilmuwan baru-baru ini menyatakan bahwa asteroid adalah penyumbang air di Bulan.


Tak sedikit asteroid yang menabrak Bulan lebih dari empat miliar tahun lalu menjadi alasan mengapa Bulan mengandung komponen air begitu banyak.

Tim ilmuwan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis melakukan penelitian dan mengatakan dulunya Bulan memiliki lautan yang luas. Kemudian objek-objek antariksa -- yang diyakini sebagai asteroid -- menghantam magma besar lautan di sana.

"Kami percaya bahwa asteroid yang menabrak itu memasok air yang sangat banyak ke Bulan. Beda dengan komet yang hanya menyumbang air dalam jumlah kecil, mengingat mereka juga bukan pemain besar di sejarah awal sistem tata surya bagian dalam selama ratusan juta tahun," ucap ilmuwan planet dari Open University Jessica Barnes.

Awalnya Barnes dan timnya meneliti isotop hidrogen, karbon dengan rasio nitrogen dan elemen lain dari sampel Bulan yang dibawa langsung oleh misi Apollo 11 NASA pada 1969 silam.

Dari laporan Los Angeles Time, hingga tim Apollo 11 mendarat di Bulan dan memboyong sampel, batuan Bulan terbilang sangat kering.



Dari situ, mereka bisa membandingkan sampel Bulan dengan komponen yang terdapat di asteroid dan komet.

Situs Popular Science mewartakan, hasil penelitian tersebut menunjukan komponen air cenderung lebih banyak dari asteroid sebanyak 80 persen.

Sementara yang cocok dengan komponen komet kurang dari 20 persen. Padahal selama ini komet dikenal sebagai objek antariksa yang mengandung es.

Selain itu, tim Barnes juga mengajukan 'teori' alternatif yang menyatakan pembentukan Bulan dari Bumi pada 4,5 miliar tahun lalu juga menjadi alasan terkandungnya komponen air di Bulan sebanyak 25 persen.

Namun sejumlah ilmuwan berpendapat, agaknya tidak mungkin jika air dari Bumi berperan di sejarah awal Bulan saat permukaannya mudah dicairkan dan airnya mudah menguap.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communcations ini kemudian dianggap sebagai tambahan bukti bahwa asteroid, serta komet memang sumber awal komponen air di sistem tata surya.(Berita Unik)

Ada Gua Khusus Konser dan Pesta Pora di Jepang

Ada Gua Khusus Konser dan Pesta Pora di Jepang - Menggelar perayaan atau berkumpul dengan keluarga umumnya dilakukan di dalam ruang seperti restoran atau sebuah aula. Belakangan, acara seperti pesta pernikahan juga digelar di pantai atau bahkan hutan pinus.




Tetapi, bagi Anda yang mencintai suasana alam, pernahkah terpikir membuat pesta di dalam gua? Mungkin ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di Indonesia, karena gua biasanya hanya objek alam yang keberadaannya dijaga untuk tempat wisata.

Bahkan, kekhawatiran akan rusaknya elemen-elemen atau biota dalam gua, terkadang menjadi alasan sebuah gua tidak bisa dikunjungi.

Namun agaknya hal itu tidak berlaku di Jepang. Negeri Sakura justru melihat peluang bahwa selain menjadi tempat wisata, gua dapat 'disulap' menjadi tempat pesta, atau arena pertunjukan untuk festival tradisional.

Berlokasi di Lembah Gangala, Okinawa, 'Cave Cafe' menyuguhkan tempat pesta privat di dalam gua. Gua ini terbentuk dari batu kapur yang merupakan peninggalan masa Paleolitikum, dan ditemukan kembali pada 2014 setelah 20 ribu tahun terkubur, dengan digali menggunakan alat canggih.

Masyarakat Jepang meyakini, berbagi ruang yang sama dengan orang-orang zaman kuno akan merangsang DNA orang modern.

Menurut, MICE Coordinator Okinawa Convention & Visitors Bureau, Ryuji Goya, lokasi tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah melakukan pemesanan untuk pesta ataupun pertemuan.

"Tak hanya untuk pesta, gua ini juga sering digunakan untuk live musik atau konser, dan festival tradisional, dengan kapasitas 150-200 kursi dan 300-350 untuk tamu yang berdiri," kata Ryuji yang ditemui dalam Japan Incentive Travel Seminar pada Rabu (1/6) di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Untuk melakukan pesta di lokasi ini tentunya kocek yang dibutuhkan tidak sedikit. Pihak pengelola mematok harga dengan kisaran 7500-20.000 yen atau setara Rp 1-2,5 juta rupiah per tamu.

Namun, untuk pengunjung yang ingin merasakan suasana gua tanpa acara khusus, tetap dapat menjelajahnya dengan kelompok wisata untuk berkeliling.

"Di sekitar gua, juga ada taman, wisata tradisional yang dapat dinikmati wisatawan," kata Ryuji.
(Berita Unik)

Follow by Email