Jumaat, 15 Februari 2013

Hujan Laba-Laba

Unik tapi Nyata -  Hujan hewan adalah fenomena meteorologi yang sangat jarang terjadi, di mana hewan jatuh dari langit. Kejadian tersebut telah dilaporkan di banyak negara. Salah satu hipotesis untuk menjelaskan fenomena ini adalah bahwa angin kencang kadang-kadang mengambil hewan-hewan tersebut, dan membawa mereka sampai beberapa kilometer.

Namun, aspek utama dari fenomena tersebut jarang ada yang menyaksikan langsung dan belum pernah diuji secara ilmiah. Beberapa saksi menggambarkan hujan hewan sebagai sesuatu yang aneh, meskipun hewan tersebut terlihat sehat, dan berlaku lumayan wajar setelah kejadian tersebut.

Hujan Laba-laba

Pada Awal Februari 2013 terjadi hujan laba-laba di kota sebelah selatan Brazil, dan video memperlihatkan ratusan mungkin ribuan dari laba-laba menggantung dari langit. Video di bawah, di upload ke YouTube oleh Erick Reis 20 tahun, menunjukkan ribuan laba-laba di langit di Santo Antonio da Platina, Brazil.


Ternyata laba-laba telah membentuk wilayah yang besar, membuat mereka tampaknya seperti telah mengambil alih langit.

Laba-laba tersebut telah dikenali sebagai "social spider" disebut Anelosimus eximius. Laba-laba jenis ini dikenal dengan koloni besar, dapat ditemukan di lingkungan tropis di wilayah Amerika Selatan.

Erick Reis merasa aneh oleh peristiwa ini, bisa dianggap pemandangan paling aneh di dunia.

"Aku belum pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya"
 "Masih tidak tahu apa yang menyebabkan kejadian itu, kami meneliti dan akan memposting jawaban untuk pertanyaan di sini," katanya di YouTube.

Hal ini tidak jelas mengapa laba-laba yang berkumpul sedemikian rupa, tetapi perlu dicatat beberapa spesies �laba-laba sosial� bekerja sama dalam koloni dan menenun jaringannya yang cukup luas.

Ini tampaknya menjadi wilayah yang cukup besar bagi laba-laba, juga jelas terlihat saat kamera diperbesar, dengan perkiraan kasar dari ukuran yang diberikan oleh transformator terdekat pada tiang listrik.

Seorang ahli dari University of British Columbia di Kanada, sebelumnya mengatakan kepada New Scientist bahwa dari 39.000 spesies laba-laba, diperkirakan hanya dikenal sekitar 20 telah didokumentasikan dapat bekerja sama secara masal.

Anelosimus Eximius, satu spesies seperti laba-laba "communal", mendiami lingkungan tropis di wilayah Amerika Selatan. Para ilmuwan telah menentukan bahwa laba-laba social, bekerja sama dalam tim untuk menangkap mangsa yang jauh lebih besar dan yang memungkinkan.

Ahli biologi mengatakan, ini adalah laba-laba sosial yang dikenal untuk membangun jaring besar.

Jenis laba-laba bekerja dalam tim untuk menangkap mangsanya, sebagian besar serangga.

Sementara laba-laba lainnya adalah penyendiri, dan bahkan merawat mereka sendiri, menurut suatu jurnal ilmiah

Kasus Bunuh Diri Masal Paling Aneh

Unik tapi Nyata - Sebulan setelah kematian Marlyn Monroe yang diduga bunuh diri dengan meminum obat-obatan hingga overdosis, kurang lebih 200 orang mengikuti langkahnya ke alam baka dengan cara yang sama : bunuh diri atau istilah lainnya adalah "copycat suicide" (bunuh diri yang dilatarbelakangi ingin meniru kasus bunuh diri sebelumnya). Namun, siapa mengira bahwa salah satu kasus copycat suicide terbesar dilatarbelakangi oleh bunuh dirinya seorang tokoh dalam NOVEL yang bernama Werther dalam novel The Sorrow of Young Werther karya Johann Wolfgang von Goethe.


Kesedihan Pemuda Werther
The Sorrow of Young Werther adalah buku novel yang berisi kumpulan surat-strat Werther. Werther sendiri adalah seorang seniman muda yang temperamen namun cerdas dan suka merenung. Dalam surat-suratnya, ia mengisahkan tentang kehidupannya tinggal di Wahlheim. Disanalah dia bertemu gadis muda yang menarik hatinya, Charlotte dan ia pun jatuh hati padanya.

Tapi pemuda bernama Werther ini rupanya memegang prinsip sebelum janur kuning melengkung. Sekalipun Charlotte sudah bertunangan dengan Albert yang 11 tahun lebih tua, Werther tetap mencintai Charlotte. Charlotte yang baik hati dan pengertian, rupanya tahu bahwa Werther memiliki rasa. Gadis itu, mungkin seperti gadis lainnya yang kerap kita temui di kehidupan sehari-hari, menawarkan penawaran yang intinya seperti ini,

"Werther, bagaimana jika berteman baik saja?"

"Berteman? Well, fine. Fine. I'm fine!"
(pura-pura tegar tapi jleb)

Beberapa bulan setelah pernyataan itu, Werther, Charlotte dan Albert lantas berteman. Tentu pasangan tunangan itu bisa berteman dengan pemuda tersebut, tapi Werther yang hanya berusaha sekuat hati menyembunyikan cinta, hatinya tentu begitu terluka. Ibarat kayu yang terpaku, pakunya masih meninggalkan lubang sekalipun paku sudah terbuang.

Cinta terpendam mana yang tidak menyakitkan. Karena sakit hati yang semakin lama semakin besar, ia memutuskan pergi kesebuah tempat yang bernama Weimar.


Karena suatu sebab, Werther lantas kembali ke Wahlheim. Disana lah, segalanya menjadi terasa sulit bagi Werther. Segalanya yang ada disana semakin membuat dirinya tersaikiti. Karena gadis yang ia cintai sudah mengingkat janji dengan Albert yang menjadi pendamping hidupnya.

Pernahkah kalian berkhayal bisa mendapatkan seseorang yang kalian sayangi, tapi begitu sadar itu hanya khayalan, kalian akan dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan : "Dia nggak membalas cintaku."

Well, seperti itu lah yang dirasakan pemuda Werther. Setiap hari tersakiti karena cinta yang tak terbalas. Karena Charlotte tidak membalas, dan karena janur kuning sudah melengkung.

Charlotte kemudian berkata padanya bahwa Werther sebaiknya tidak setiap hari mengujunginya, karena itu akan membuat hati Werther semakin tercabik.

"Oke," kata Werther pada Charlotte, "Kamu mungkin benar aku akan tersakiti. Terlebih aku tidak bisa merebut hatimu, dan kau juga tidak membalas cintaku. Tapi aku harap kamu menerima kunjunganku yang terakhir kalinya untukmu. Setelah itu, selamanya kita berpisah..."

Itu hanya narasi saya, pembaca, bukan teks aslinya. Karena sumbernya hanya mengatakan bahwa Werther menemui Charlotte untuk terakhir kalinya. Pertemuan terakhir dua orang tersebut diceritakan begitu emosional karena Werther sempat membacakan bagian dari puisi yang bertemakan Ossian didepan Charlotte.

Rasa sakit yang tak tertahankan membuat Werther harus mengambil pilihan : Charlotte, Albert, atau dirinya yang harus mati untuk mengakhiri penderitaanya. Karena dia tidak ingin dianggap sebagai pembunuh, dan mungkin karena dia sendiri tak tega harus membunuh Charlotte, maka dia memutuskan untuk menembakkan pistol di kepalanya. Dua belas jam berlalu sejak ia memlih mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Tubuhnya lantas dimakamkan di pohon Iinden (spesies dari genus Tillia) tanpa dihadiri pendetanya, tanpa dihadiri Albert, bahkan tanpa dihadiri orang yang paling dicintainya, Charlotte.

Kasus Copycat Suicide Paling Aneh
The Sorrow of Young Werther tersebut diterbitkan pertamakali pada tahun 1774 dan memiliki banyak penggemar di daratan Eropa. Sejak diluncurkannya novel tersebut, para pemuda banyak yang meniru gaya berpakaian Werther, yaitu jaket biru panjang, celana panjang kuning dan baju berkerah terbuka.





Begitu populernya novel ini diantara kalangan galauers Eropa pada masa itu, bahkan hampir (kalau saya nggak salah ingat) ada 2000 pemuda galau Eropa melakukan bunuh diri dengan cara yang sama seperti apa yang Werther lakukan untuk mengakhiri hidupnya: Menembakkan pistol dikepala, ketika cinta sudah kandas didepan mata. Hingga pada tahun 1974, David Philips, peneliti yang meneliti kasus bunuh diri imitasi (copycat suicide) menamakan fenomena bunuh diri tersebut dengan sebutan Werther Effect.


Bahkan, para pelaku bunuh diri pengidap Werther Syndrom, kerap kali berpakaian yang sama persis seperti yang Werther kenakan dalam novelnya. Atau sang pelaku bunuh diri tersebut meletakkan bab novel yang menceritakan bagaimana Werther mengakhiri hidupnya. Inilah alasan saya menjuluki kasus bunuh diri imitasi ini sebagai kasus bunuh diri paling aneh dan paling mengerikan yang pernah saya tahu. Bayangkan saja, Werther HANYALAH tokoh dalam NOVEL yang FIKTIF, bagaimana bisa ada begitu banyak orang galau yang menyukai dirinya dan berpakaian sama seperti dirinya sebelum akhirnya menembakkan pistol di kepalanya.

Karena mass copycat suicide yang begitu besar, maka banyak negara-negara di Eropa yang melarang buku itu untuk diterbitkan lagi.

Hingga saat ini, kasus copycat suicide yang meniru bunuh diri yang dilakukan oleh idola pelaku bunuh diri juga dimasukkan dalam label Werther Effect atau Werther Syndrom, seperti halnya yang dilakukan mendiang Marlyn Monroe yang disusul kasus unuh diri 200 orang penggemarnya. Demikian juga artis-artis maupun penyanyi lainnya.

Dalam kasus bunuh diri menurut David Phillips, media harus berhati-hati dalam menyiarkan kasus bunuh diri. Karena remaja yang belum tahu banyak mana salah dan benar, rentan untuk meniru dari seseorang yang pertama kali melakukan sesuatu.

Saya sependapat dengan beliau. Dan mungkin ini adalah postingan saya yang pertama, dimana saya ingin mengutarakan kepada para pembaca blog saya khususnya yang masih remaja tentang unek-unek saya kepada mereka yang putus asa menjalani hidup.

Tolong bukalah mata kalian lebih lebar. Dunia tidak sebatas nyali yang berani. Tidak sebatas pula malam yang bebas tak berbatas. Tapi lebih dari itu. Indahnya lebih dari yang kalian tahu di usia kalian yang muda, tapi kerasnya juga lebih dari yang kalian rasakan ketika kalian merasa hanya dengan pukulan lawan bisa dijatuhkan.

Bunuh diri bukanlah jalan yang terbaik, karena itu hanya membawa penyelasan yang dalam. Karena jika kalian ingin mengakhiri masalah dengan bunuh diri, kalian akan tahu bahwa yang namanya mati pasti tidak akan bisa kembali kecuali adanya keajaiban. Dan yang namanya keajaiban tidak sering terjadi. Jelas, siapapun yang mati dengan cara bunuh diri, sesungguhnya menyerah dengan keadaan. Dan keadaan itu sesungguhnya haruslah kita yang mengatur dan bukan sebaliknya.


Kata-kata saya tadi hanyalah basic dari basic-basic hidup yang lainnya, yang saya dapatkan dari mereka yang menceritakan kisah hidupnya dan survive untuk hidup mereka sendiri.

So, mulai sekarang, jangan berpikir untuk menyerah. Jangan berpikir semuanya salah.

Jatuh Cinta dengan Balon Mainan

Unik tapi Nyata - Lumrahnya seorang pria akan mengajak pasangannya, seorang wanita, untuk keluar makan malam yang romantis di hari kasih sayang. Namun ini tidak dilakukan oleh seorang pria di Redland, California, Amerika Serikat, yang memilih tinggal di rumah dan asyik-masyuk dengan balon-balon mainannya yang sangat ia cintai.



Pria ini adalah Mark, 20, yang mengaku kesengsem setengah mati pada 15 balon mainan bentuk binatang yang biasa digunakan sebagai pelampung di kolam renang. Mainan itu berbentuk ikan paus, lumba-lumba, naga atau ular.

Dari semua "kekasihnya" yang paling dia cintai adalah Lila, balon besar berbentuk naga berwarna kuning. Saking sayangnya pada benda berisi udara itu, Mark bahkan berniat menikahinya.

Kisah Mark ini didokumentasikan di acara My Strange Addiction di stasiun televisi TLC, dilansir Daily Mail, Kamis 14 Februari 2013. Dalam acara itu, ditampilkan bagaimana Mark mengasihi balon-balon mainan tersebut.

Mark tidur dengan Lila di atas tubuhnya. Dia bahkan memasak makanan untuk balon-balon tersebut dan mendudukkan mereka di kursi makan. Tidak jarang, Mark mengajak mereka berbincang-bincang.

Kemana-mana balon-balon besar itu selalu dibawanya. Dia enggan berpisah dengan mereka barang sehari. Akibatnya, kehidupan sosialnya dengan manusia jadi terganggu, atau jarang sekali dilakukan.

Mark mengatakan bahwa kecanduannya yang aneh ini bermula pada umur 14 tahun. Saat itu dia membeli sebuah balon besar ikan paus untuk temannya bermain di kolam renang. Dia mengatakan, balon itu
memberikannya kasih sayang yang tidak didapatnya dari ibunya sendiri.

Setelah didesak, akhirnya Mark mau menemui psikolog untuk menyembuhkan penyakit kejiwaannya. Setelah beberapa kali terapi, akhirnya Mark mau berteman dengan beberapa orang. Namun, dia tetap menyimpan balon-balon itu di rumahnya. (manusia unik)

Foto Keluarga Tertinggal di Bulan Selama 40 Tahun

Unik tapi Nyata - Sebuah foto keluarga tertinggal di permukaan bulan selama 40 tahun. Foto itu diketahui milik astronot Chalie Duke yang melakukan perjalanan ke bulan pada 23 April 1972.




Charlie Duke, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Kamis 14 Februari 2013, merupakan astronot termuda yang memulai perjalanan ke bulan bersama dua astronot lainnya yaitu John Young dan Ken Mattingly menggunakan pesawat Apollo 16.

Pesawat itu merupakan misi ke-16 program luar angkasa Amerika Serikat, pesawat luar angkasa kelima yang berhasil mendarat di permukaan bulan dan pertama yang menjejakkan kaki hingga dataran tinggi bulan.

Pesawat Apollo diluncurkan dari Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida, AS pada 16 April 1972. Misi itu berlangsung selama 11 hari, satu jam dan 51 menit dan berakhir pada 27 April di tahun yang sama.

Di balik foto keluarga tersebut, tertera tanda tangan keluarga Duke dan pesan berisi: "Ini adalah keluarga astronot Duke dari planet bumi. Mendarat di bulan pada April 1972."

Selain foto keluarga, Duke juga meninggalkan medali peringatan yang diberikan oleh Angkatan Udara AS yang kala itu memperingati hari jadinya ke-25.

Kedua benda itu diketahui tertinggal karena terekam dalam arsip foto proyek Apollo yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi dan penyimpanan gambar digital terkait sejarah program pendaratan manusia di bulan.

Dari tiga astronot yang mengudara di luar angkasa, hanya Duke dan Young saja yang menjejakkan kaki di permukaan bulan. Duke berteriak "luar biasa! Pendaratan pertama di permukaan bulan benar-benar hebat!".

Kedua astronot itu menghabiskan tiga hari di permukaan bulan dengan berjalan kaki atau mengendarai kendaraan khusus.

Kedua pilot itu juga membawa pulang ke bumi sebanyak 95,8 kilogram contoh partikel permukaan bulan. Dari contoh tersebut ditemukan fakta bahwa formasi Descartes dan Cayley tidak berasal dari gunung berapi.

Hingga saat ini kedua benda tersebut masih dibiarkan teronggok di permukaan bulan.

Follow by Email