"AN5EL"

"AN5EL"

PBNU Temukan 41 Masjid Pemerintahan di Jakarta terindikasi radikal

PBNU Temukan 41 Masjid Pemerintahan di Jakarta terindikasi radikal
41 Masjid Pemerintahan Terindikasi Radikal

JAKARTA - Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemukan 41 masjid pemerintahan di Jakarta terindikasi radikal. Angka ini ditemukan saat dilakukan survei terhadap 100 masjid pemerintahan di Jakarta.

Dari 100 masjid yang disurvei itu, terdiri atas 35 masjid di kementerian, 28 masjid di lembaga negara, dan 37 masjid di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
41 Masjid Pemerintahan Terindikasi Radikal. (Ilustrasi. Antara)

Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Agus Muhammad mengatakan, survei itu dilakukan setiap salat Jumat dari 29 September hingga 21 Oktober 2017. Kemudian tim survei menganalisis materi khutbah Jumat yang disampaikan. Hasilnya, ada 41 masjid yang terindikasi radikal.

Menurut Agus, dari 41 masjid yang terindikasi radikal itu dibagi menjadi tiga kategori yaitu tinggi, rendah, dan sedang. “Dari 100 masjid itu 41 kategorinya radikal. Radikal rendah itu tujuh masjid, radikal sedang 17 masjid, dan radikal tinggi itu 17 masjid,” ungkap Agus di Jakarta, kemarin.

Agus mengungkapkan, radikal rendah artinya isi khutbahnya terkandung sikap abu-abu jika ada yang bersikap negatif terhadap agama lain. Sedangkan radikal sedang yaitu sudah mulai setuju dengan sikap negatif atau intoleran terhadap umat agama lain. Sementara radikal tinggi itu sudah memprovokasi umat untuk bertindak negatif terhadap umat agama lain. “Dari 41 masjid itu kita menemukan khutbahnya sebagian besar isinya ujaran kebencian yang mencapai 60%. Kemudian sikap negatif terhadap agama lain itu mencapai 17%. Berikutnya sikap positif terhadap khilafah 15%,” ujarnya.

Namun Agus mengatakan bahwa survei ini sifatnya belum mencapai pada tahap kesimpulan karena hanya dianalisis melalui konten khutbah. Karena itu, menurut dia, masih perlu dilakukan penelitian lebih mendalam. “Apa yang kami temukan ini baru bersifat indikatif belum konklusif karena ini kita hanya merekam khutbah dan mengalisis isi khutbah selama empat pekan,” ujarnya.

Dengan hasil penelitian ini, Agus menyarankan kepada pemerintah dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk lebih peduli terhadap masjid, khususnya di lingkungan pemerintah. Sebab, tidak seharusnya masjid pemerintah diisi oleh kelompok radikal. “Kita juga mengajak ormas-ormas moderat seperti NU atau Muhammadiyah agar mereka lebih aktif berdakwah di masjid pemerintah. Jangan hanya berdakwah di kalangannnya sendiri saja. Harus diperluas dakwahnya,” ujarnya.

PBNU menyesalkan temuan terhadap masjid yang terindikasi radikal atau kerap digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan radikalisme dalam khotbah Jumat. Ketua PBNU Bidang Lembaga Takmir Masjid dan Lembaga Dakwah NU (LTM dan LDNU) Abdul Manan mengatakan, masjid hendaknya digunakan sebagai tempat menebarkan pesan yang dapat meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.

“Masjid sebagai rumah Allah digunakan untuk meningkatkan takwa dan pesan-pesan khotbah harus bisa meningkatkan takwa. Sejak awal dibangun masjid dihajatkan untuk membangun nilai-nilai ketakwaan,” tandasnya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, kemarin.

Abdul mengatakan, ibadah memiliki esensi ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Karena itulah, seharusnya dalam setiap khotbah jangan sampai berisi narasi arogansi dan provokasi yang berpotensi memecah belah umat.

“Jadi, khotbah harus memotivasi, mengajak orang untuk lebih bertakwa. Kalau sudah bertakwa di BUMN, di mana-mana jauh dari korupsi, nepotisme, dan macam-macam. Masjidnya harus memotivasi dan secara internal baik pejabat dan karyawan akan bertakwa karena bertakwa adalah pesan pertama dari Gusti Allah,” ujarnya. (Binti Mufarida)(nfl)

Sumber: Sindonews .com

Susu Kental Manis Bukan Kategori Produk Susu Bernutrisi

Susu Kental Manis Bukan Kategori Produk Susu Bernutrisi
Susu Kental Manis Tak Masuk Kategori Produk Susu Bernutrisi

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginformasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas izin edar untuk lebih memperhatikan produk kental manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi.

''Kental manis ini tidak diperuntukan untuk balita. Namun perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. Kadar gulanya sangat tinggi, sehingga tidak diperuntukkan untuk itu," ujar Direktur Gizi Masyarakat, Ir. Doddy Izwardi, MA.
Kementerian Kesehatan menegaskan, produk kental manis tidak masuk kategori sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi dan tidak cocok untuk balita. (MyRecipes)

Produk susu kental manis memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya, namun produk ini menampilkan iklan di layar kaca seolah-olah dijadikan minuman sehat bagi keluarga. Doddy menyatakan bahwa produk kental manis dapat dikonsumsi untuk digunakan dalam campuran dessert atau toping makanan.

"Industri memang memiliki hak untuk melakukan pengembangan produk, namun komposisinya tetap harus diperhatikan," kata dia.(alv)

Sumber: Sindonews.com

Kronologi Lapas Pekanbaru Diberondong Tembakan

Kronologi Lapas Pekanbaru Diberondong Tembakan
PEKANBARU - Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Kelas II Pekanbaru, Riau diberondong tembakan. Dugaan sementara penembakan dilakukan dari luar penjara yang dihuni ribuan tahanan itu.

Perwira Urusan (Paur) Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda menjelaskan awalnya petugas Lapas mengira suara tembakan adalah suara travo listrik yang meledak. Namun setelah tembakan berikutnya baru petugas meyakini bahwa Lapas diserang. Berikut kronologis aksi pemberondongan Lapas oleh orang belum diketahui tersebut.

"Pada pukul 03.30 WIB terdengar tembakan pertama. Lima petugas Lapas Pekanbaru langsung mengecek keluar. Mereka melihat kondisi luar Lapas sepi. Mereka mengira suara itu suara travo meledak saja," kata Ipda Budhia Dianda, Minggu (8/7/2018).
Petugas Lapas Pekanbaru, Riau menunjukkan lubang peluru di kaca kantor Lapas Pekanbaru, Minggu (8/7/2018). FOTO/OKEZONE/BANDA HARUDDIN TANJUNG

Setelah melihat kondisi sekitar sepi, para sipir kembali memasuki Lapas Pekanbaru yang berada di Jalan Kapling Kecamatan Bukit Raya itu. Namun setelah setengah jam kembali terdengar tembakan ke arah Lapas. Kali ini tembakan sebanyak empat kali. Tembakan di arahkan di bagian depan Lapas.

Setelah rentekan tembakan berhenti, petugas kembali keluar. "Petugas kembali keluar setelah mendengar suara tembakan sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka menyisir Lapas, namun kondisi lapas sepi. Pagi harinya petugas menemukan proyektil di depan Lapas," tuturnya.

Saat ini Polresta Pekanbaru bersama Polsek Bukit Raya masih menyelidiki kasus ini dan mencari tahu motif penyerangan tersebut.

Sumber: Sindonews.com

Tidak Tepat jika Kepala Daerah Tak Sejalan dengan Pemerintah Pusat

Tidak Tepat jika Kepala Daerah Tak Sejalan dengan Pemerintah Pusat
Tak Tepat jika Kepala Daerah Tak Sejalan dengan Pemerintah Pusat

JAKARTA - Pernyataan kepala daerah yang menyerang pemerintah pusat dinilai tidak tepat. Pasalnya, kepala daerah beserta wakilnya adalah pejabat negara, bagian tidak terpisah dari pemerintah pusat hingga tingkat kecamatan.

"Kalau ada kepala atau wakil kepala daerah menyatakan negara tidak diurus dengan benar, sama saja menyatakan yang bersangkutan ikut berkontribusi dalam ketidakbenaran itu," ujar Ketua DPP Partai Nasdem bidang Hubungan Antar Daerah dan Otonomi Daerah Syahrul Yasin Limpo, Kamis (31/5/2018).
Ketua DPP Partai Nasdem bidang Hubungan
Antar Daerah dan Otonomi Daerah Syahrul Yasin Limpo. Foto/SINDOphoto/Dok

Diingatkan juga bahwa pejabat dan aparat negara harus satu kesatuan sejak dari Presiden hingga ke lurah. Pasalnya, struktur pemerintahan sesuai bentuk negara yang dicantumkan dalam UUD adalah satu kesatuan.

"Pejabat negara berbeda dengan LSM yang ketua, sekretaris, dan anggota bisa jalan sendiri-sendiri. LSM sama, beda daerah, bisa beda kebijakan dan perilaku. Pejabat negara tidak bisa seperti itu," kata mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu.

Dirinya pun sebagai mantan bupati dan gubernur amat memahami otonomi daerah. Karena itu, ia tidak sepakat jika ada kepala atau wakil kepala daerah memilih berseberangan dengan pemerintah di tingkat berbeda dengan alasan otonomi daerah.

"Di atas undang-undang pemerintahan daerah ada undang-undang dasar. Dalam UUD, jelas sekali disebut Indonesia negara kesatuan, bukan negara federal," tuturnya.

Maka itu, dia mengingatkan para kepala dan wakil kepala daerah untuk bertindak dan berperilaku sebagai pejabat di negara berbentuk kesatuan. Dia menambahkan, para kepala daerah beserta wakilnya jangan sampai lupa  kapan harus menjadi politisi dan kapan menjadi pejabat negara.

"Kepala dan wakil kepala daerah adalah pejabat negara yang harus melayani semua, tidak lagi memikirkan partai semata," bebernya.

Dia melanjutkan, belakangan ini fenomena kepala daerah beserta wakilnya yang secara terbuka menyebut pemerintah pusat kurang benar bekerja marak. "Sebagai mantan gubernur, saya kesulitan memahami itu," ujarnya.

Karena, dia kembali mengingatkan bahwa gubernur dan wakil gubernur adalah wakil pemerintah pusat di provinsi.

"Kalau ada gubernur atau wakil gubernur malah membuat pernyataan yang menyebut pemerintah pusat tidak benar bekerja, harus dipertanyakan apa kerja yang bersangkutan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah? Bisa juga dipertanyakan, jangan-jangan yang bersangkutan tidak paham kedudukannya sebagai pejabat negara dan wakil pemerintah pusat di daerah," pungkasnya.(maf)

Link

Polda Jatim Ungkap Keluarga Penyerang Mapolrestabes Surabaya

Polda Jatim Ungkap Keluarga Penyerang Mapolrestabes Surabaya
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Timur mengungkap identitas keluarga yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5).

Polisi menyebutkan identitas keluarga yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Kita menyampaikan hasil identifikasi pelaksanaan daripada pengumpulan data sekunder primer terhadap pelaku-pelaku teror yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera di kantornya, Selasa (15/5).


Lihat juga:Indonesia-Facebook Bahas Penanganan Konten Negatif

Barung mengatakan kepala keluarga dari terduga pelaku teror ini adalah Tri Murtiono. Pria kelahiran Surabaya, 4 Juni 1968 mengendarai motor saat melancarkan aksinya. Istrinya, Tri Ernawati merupakan perempuan asal Surabaya, kelahiran 10 Desember 1975.


Sementara anaknya yang berinisial AAP dinyatakan selamat setelah terlempar dari sepeda motor yang dikendarai ayahnya. Bocah perempuan berusia 8 tahun itu kemudian dibawa AKBP Rony yang berada di sekitar lokasi.

"Ini (AAP) kita sepakat korban daripada hasil doktrinasi kedua orang tuanya," katanya.

Lihat juga: Komunitas Artis Ajak Orang Tua Stop Kekerasan pada Anak

Kemudian, kedua anaknya juga ikut tewas. Mereka adalah Muhammad Dafa Amin Murdana kelahiran Surabaya 16 Desember 1999, dan Muhammad Dari Satria Murdana kelahiran Sidoarjo, 31 Mei 2003.

Sebelumnya, polisi telah mengenali pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan terduga pelaku diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) cabang Surabaya.

"Pelakunya satu keluarga juga, sudah teridentifikasi, empat meninggal," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (14/5).

Menurut Tito, pelaku serangan bom di Mapolrestabes Surabaya menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka terdiri dari pasangan suami istri dan tiga anak. Namun, seorang bocah terlempar dari sepeda motor saat terjadi ledakan.

Lihat juga: Info Gallery Seni Bayangan yg Menakjubkan
(pmg)
Sumber: www.cnnindonesia.com

Heyy Ladies, Ini Loh Efek Negatif dari Selfie

Heyy Ladies, Ini Loh Efek Negatif dari Selfie
Fenomena selfie membuat meningkatnya jumlah orang yang beralih ke ahli bedah plastik. Menurut sebuah penelitian di jurnal JAMA Facial Plastic Surgery, mereka menginginkan adanya perubahan pada hidung mereka.

"Terlepas dari kemudahan selfie yang bisa dilakukan, jarak kamera yang pendek menyebabkan distorsi wajah karena proyeksi, terutama peningkatan dimensi hidung," laporan tersebut menyatakan.

Pada penelitian Nasal Distortion in Short-Distance Photographs: The Selfie Effect menemukan bahwa memotret diri Anda dari jarak sekitar 12 inci mendistorsi wajah Anda dan membuat dasar hidung tampak sekitar 30 persen lebih lebar dan ujung hidung 7 persen lebih lebar daripada saat mengambil foto 5 kaki jauhnya

Karena distorsi ini, ahli bedah plastik telah melaporkan peningkatan pada pasien yang meminta adanya perubahan pada hidung mereka dengan harapan agar diri mereka terlihat lebih baik.

Menurut sebuah jajak pendapat tahun 2017 oleh American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgeons, 55 persen ahli bedah plastik wajah melaporkan bahwa pasien ingin tampil lebih baik saat di foto, meningkat dari 13 persen di tahun 2016.

Boris Paskhover, ahli bedah plastik wajah di Rutgers University dan salah satu penulis makalah tersebut mengatakan bahwa pasien akan datang untuk meminta agar kontur hidung mereka diperbaiki, dengan mengatakan bahwa hidung mereka terlihat terlalu besar pada foto.

"Selfies membuat hidung Anda terlihat lebih lebar dan tebal, padahal sebenarnya tidak. Ketakutan saya adalah bahwa generasi di luar sana sekarang tidak tahu. Yang mereka tahu hanyalah selfie," kata Paskhover, seperti dilansir laman MSN.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengambil dua foto subjek, satu dari jarak 12 inci dan satu dari jarak 5 kaki jauhnya.

Mudah sekali melihat perbedaan seberapa kecil atau besar hidung subjek terlihat dari jarak masing-masing.

"Perbedaannya bisa dikaitkan dengan perspektif," kata Paskhover.

Saat kamera dekat dengan wajah seseorang, hidung mereka relatif lebih dekat ke kamera dibandingkan dengan bagian wajah lainnya, sehingga terlihat lebih besar.

Bila seseorang jauh dari kamera, jarak relatif antara hidung dan bagian wajah lainnya rata, yang membuat hidung mereka terlihat lebih proporsional.

"Saya ingin setiap orang menyadari bahwa ketika mereka mengambil selfie, mereka pada intinya melihat ke cermin funhouse portabel," pungkas Paskhover.(fny/jpnn)

Suami Dewi Persik Selingkuh dengan Mantan Pacar?

Suami Dewi Persik Selingkuh dengan Mantan Pacar?
PARANORMAL Mbak You buka-bukaan soal hubungan Dewi Persik (Depe) dan Angga Wijaya. Dari hasil penerawangannya, Mbak You mengungkapkan, masalah dipicu oleh sikap keras Depe. Angga tidak tahan dengan aturan Depe yang ketat.

Sayangnya, Angga malah pilih curhat kepada wanita masa lalunya. "Angga main hati dengan perempuan masa lalunya. Sampai saat ini perempuan itu masih ada di hati Angga," ujar Mbak You.

Rumah tangga Depe dan Angga akan langgeng bila keduanya bisa mengubah sikap. Angga harus lebih kuat dibanding peran Depe yang lebih dominan.

"Angga jenuh dengan tekanan Dewi sampai akhirnya curhat ke pihak ketiga. Parahnya, Angga nyaman dengan wanita masa lalu itu," ucap Mbak You.

Tindakan ini, lanjutnya, tercium Depe sehingga amarahnya meluap dan dituangkan dalam Instagram pribadinya.

"Kritikan pedas itu dialamatkan Dewi untuk suaminya. Dia tidak terima Angga selingkuh. Kalau dari penerawangan saya memang ada aroma perselingkuhan sih makanya Dewi meledak-ledak," tandasnya. (esy/jpnn)

Bergetar Suara Bripka Iwan saat Cerita tentang Sikap Syukron

Bergetar Suara Bripka Iwan saat Cerita tentang Sikap Syukron
JAKARTA - Bripka Iwan Sarjana, anggota Densus 88, selamat dari penyanderaan 40 jam pada Selasa-Kamis lalu, yang dilakukan tahanan dan napi teroris di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Diwawancarai secara eksklusif wartawan Jawa Pos Ilham Dwi Ridlo Wancoko, Bripka Iwan Sarjana mengisahkan bagaimana dia disiksa di dalam rutan tersebut.

Selain kesadisan para tahanan dan napi teroris, Bripka Iwan Sarjana mengisahkan betapa kuatnya Briptu Syukron Fadhli, rekannya yang gugur dalam peristiswa tersebut.

Demi menolak permintaan informasi yang diinginkan napi teroris, dia rela ditembak. Hal itulah yang membuat Iwan kuat menghadapi kondisi tersebut.

Ketika disandera di Rutan Mako Brimob, Iwan merasa dekat dengan kematian. Saat itu seorang teroris menempelkan mata pisau ke lehernya. ”Pisau itu sudah di leher ini, tapi saya berusaha kuat,” kenangnya.

Semangatnya membara saat mendengar celetukan seorang teroris yang sebenarnya berusaha menakutinya. Iwan tidak bisa melihat wajah teroris tersebut karena matanya ditutup. ”Yang jelas, dia eksekutor yang menewaskan rekan-rekan saya,” ujarnya dengan suara yang bergetar.

Saat itu teroris tersebut mengatakan bahwa satu rekan Iwan berani bukan kepalang. Yakni, Briptu Syukron. ”Tuh, rekanmu sudah mati. Dia saat dikorek informasinya malah bilang, ’Tembak saja saya daripada kelamaan. Saya tidak akan berikan informasi apa pun,’” ucap Iwan, menirukan teroris mengenai ucapan Syukron.

Setelah itu, teroris tersebut langsung menembak Syukron. Berdasar hasil otopsi, Syukron memang meninggal gara-gara tembakan. Peluru menembus bagian kepala di atas telinga kiri, tembus ke atas telinga kanan. Sangat mungkin Syukron dieksekusi dalam jarak dekat.

Bukannya takut, Iwan malah makin berani. Keberanian dan ketabahan Syukron memberikan inspirasi. ”Betapa beraninya rekan saya ini. Saya kagum dengan adik angkatan saya ini,” terangnya.

Iwan mengatakan memang baru mengenal Syukron. Beberapa minggu. Syukron baru saja menempuh pendidikan. ”Dia benar-benar menunjukkan kegagahan seorang polisi,” puji Iwan.

Sikap heroik Syukron ternyata bukan tanpa sumber. Dia dididik kakak kandungnya yang merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Serka Lukman Hakim. Dia berdinas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

Lukman melatih fisik Syukron. Dia juga menggembleng sang adik untuk memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Saat dihubungi Jumat (11/5), Lukman menuturkan, Syukron memang bercita-cita menjadi polisi sejak lulus SMA. ”Saya sebagai seorang anggota TNI tentu memberikan pembimbingan. Saya latih fisiknya dan mentalnya,” tuturnya.

Syukron berlatih keras hingga akhirnya diterima sebagai anggota Polri pada 2017. ”Dia berupaya sekuat-kuatnya untuk bisa melayani masyarakat dengan menjadi anggota Polri,” tegasnya.

Terkait dengan kepahlawanan Syukron yang memilih gugur ketimbang memberikan informasi kepada teroris, Lukman menuturkan, sebagai keluarga dan anggota TNI, dirinya sangat bangga. ”Semoga ini menjadi baktinya untuk bangsa dan negara. Khususnya untuk Polri. Sehingga bisa lebih waspada,” paparnya.

Bukan hanya itu, Syukron juga merupakan orang yang religius. Paman Syukron, Yayit, menuturkan bahwa keponakannya tersebut sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA belajar menekuni Alquran di tempat pembelajaran Alquran di kampung. ”Rajin ibadah dan mengajari adiknya membaca Alquran,” tutur Yayit.

Selamat jalan, Syukron.... (idr/c11/ang / www.jpnn.com)

Perempuan Bangsa Ajak Semua Pihak Kompak Melawan Terorisme dan Intoleransi

Perempuan Bangsa Ajak Semua Pihak Kompak Melawan Terorisme dan Intoleransi
Mengejutkan, Perempuan Bawa Anak Jadi Pelaku Pengeboman

Perempuan Bangsa Ajak Semua Pihak Kompak Melawan Terorisme dan Intoleransi

 JAKARTA - Perempuan Bangsa ikut bersedih atas insiden teror bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya. Terlebih, ada perempuan yang terlibat dalam teror bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang itu.

Ketua Umum Perempuan Bangsa Siti Masrifah menyatakan, aksi teror terhadap gereja di Surabaya merupakan tindakan bidadab. “Kami juga terkejut dan sangat prihatin bahwa pelaku tindakan teror ini juga melibatkan seorang perempuan dengan membawa anak kecil sebagai pelaku aktif teror,” ujarnya melalui siaran pers ke media, Minggu (13/5).

Perempuan Bangsa pun mengutuk teror itu. Organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada para korban yang tak berdosa beserta keluarga mereka.

“Semoga semua diberikan ketabahan dan korban luka-luka mendapatkan bantuan penyembuhan hingga dampingan pasca-trauma,” sebutnya.

Legislator PKB itu menegaskan, terorisme tidak pernah bisa dibenarkan dan ditoleransi dengan alasan dan kondisi apapun. Karena itu, Perempuan Bangsa mendukung aparat keamanan untuk bekerja secara profesional dalam memburu para pelaku teror sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, Perempuan Bangsa juga mengingatkan semua pihak agar mewaspadai terorisme lantaran pelakunya juga berada di tengah-tengah masyarakat. Hal yang tak kalah penting adalah mencegah anggota keluarga terjerat terorisme.

“Waspadai dan cegah sedini mungkin anggota keluarga kita dari paparan radikalisme dan ajaran-ajaran yang menyuburkan teror,” harapnya.

Selain itu, Perempuan Bangsa juga mengajak semua pihak bersatu melawan segala bentuk sikap dan tindakan yang dapat menyuburkan terorisme. Menurut Masrifah, setiap tindakan intoleransi harus dilawan.
“Jangan beri ruang pada kebencian karena perbedaan. Ajarkan toleransi, cinta dan kearifan hidup dalam keberagama,” pungkasnya.(ara/jpnn)

Copyright © "AN5EL". All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design