Kronologi Siswa yang Aniaya Guru; Psikolog Siswa Punya Masalah Perilaku
Kronologi Siswa yang Aniaya Guru; Psikolog Siswa Punya Masalah Perilaku

G+

Psikolog: Siswa yang Aniaya Guru Punya Masalah Perilaku

HI, siswa SMA di Sampang, Jawa Timur menganiaya guru seninya, Budi Cahyono hingga meninggal dunia pada Kamis (1/2). Insiden ini berawal saat Budi menegur HI di kelas karena mengganggu proses belajar mengajar. Sayangnya, HI tak terima dan langsung memukul Budi.

Psikolog menilai penganiayaan siswa terhadap guru di Sampang tak terjadi begitu saja. Ia menduga siswa tersebut memiliki masalah perilaku dan pengendalian diri. (Foto: Thinkstock/AlexLinch)

Psikolog Mira Amir menilai kejadian penganiayaan ini tidak terjadi begitu saja. Mira menduga siswa tersebut memiliki masalah perilaku dan pengendalian diri.

"Kita harus melihat riwayatnya, apalagi siswa itu diberi label bandel. Artinya, memang ada masalah pengendalian diri atau ambang toleransi stresnya pendek," kata Mira saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (2/2).


Menurut Mira, penganiayaan itu terjadi lantaran sang anak sudah tak bisa menahan dan melampiaskan emosinya dengan marah yang bertubi-tubi. Kondisi ini biasanya terbentuk di lingkungan keluarga dan sudah terjadi sejak kecil.

"Gejala ini seharusnya sudah berlangsung lama, ketidakmamampuan dia mengontrol emosinya, berperilaku inklusif dan mudah terusik," tutur Mira.

Di sisi lain, Mira menyayangkan keluarga dan sekolah yang abai dalam memantau perilaku siswa. Menurut Mira, penganiayaan ini tak perlu terjadi jika keluarga dan pihak sekolah sudah mendeteksi perilaku siswa sejak dini.

"Ada kemungkinan kondisi anak ini tidak sama dengan siswa lain, cuma tidak terdiagnosis dan lingkungannya kurang paham," ujar Mira.


Mira menyarankan agar orang tua lebih peka jika anak membutuhkan perhatian khusus. Para guru juga diminta untuk bisa menangani anak-anak yang memiliki masalah perilaku.

Sebaiknya jika ditemukan anak yang memiliki masalah perilaku, Mira menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan melalui tenaga medis atau psikolog agar mendapatkan penanganan atau terapi yang tepat.

"Kalau ketika ada perilaku siswa di luar kewajaran sebaiknya segera berkonsultasi pada ahli," ucap Mira.

Saat ini, HI tengah diamankan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi akan mengambil langkah penanganan khusus terhadap HI sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (rah)

Kronologi Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas di Sampang

Seorang siswa SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur bernisial HI menganiaya guru kesenian bernama Budi Cahyono hingga meninggal dunia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Frans, peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/2) sekitar pukul 13.00 WIB.


Menurut keterangan Kepala Sekolah SMAN 1 Torjun, Amat, insiden bermula saat Budi sedang memberikan materi pelajaran seni lukis di ruang kelas.

"Saat itu, siswa yang beralamat tinggal di Dusun Brekas, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang tersebut terlihat tidak mendengarkan pelajaran dan malah mengganggu dengan mencoret-coret lukisan teman-temannya," kata Frans kepada CNN Indonesia.com, Jumat (2/2).

Melihat hal itu, Budi kemudian menegur HI. Namun, teguran itu tidak dihiraukan. HI justru terus mengganggu teman-temannya. Budi lalu mengambil tindakan dengan mencoret pipi HI menggunakan cat lukis.


Namun, HI tidak terima dengan tindakan Budi dan langsung memukulnya. Keduanya pun dilerai oleh siswa. Budi dibawa ke ruang guru untuk menjelaskan duduk perkaranya kepada Amat.

Setelah mendengarkan penjelasan dan tidak melihat luka di tubuh Budi, Amat mempersilakan guru kesenian itu untuk pulang lebih awal.

Berdasarkan keterangan Amat, HI tergolong buruk, bandel, dan bermasalah dengan hampir semua guru, serta punya banyak catatan merah di bagian Bimbingan Konseling (BK).

Tidak lama kemudian, Amat mendengar kabar bahwa Budi mengeluh sakit pada bagian lehernya. Selang beberapa lama, Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri atau koma. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo, Surabaya.

Polda Jawa Timur, kata Frans, telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sampang Jufri Riady dan diperoleh informasi bahwa Budi dalam kondisi sangat kritis. Menurut diagnosa dokter Budi mengalami mati batang otak atau semua organ tubuh sudah tidak berfungsi.

Budi dinyatakan meninggal dunia Kamis (1/2) sekitar pukul 21.40 WIB.

Polda Jawa Timur kemudian mengamankan HI guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi balasan dari pihak keluarga Budi. Langkah ini, menurut Frans, juga mengantisipasi HI melarikan diri untuk menghindari proses hukum.

Polisi akan mengambil langkah penanganan khusus terhadap HI sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana  Anak. (ugo/pmg)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180202194711-255-273493/psikolog-siswa-yang-aniaya-guru-punya-masalah-perilaku